Friday, July 5, 2013

KANDUNGAN SURAT AT-TAUBAH

Surat At-Taubah (pengampunan) terdiri dari 129 ayat, dan merupakan surat Madaniyah. Dinamakan surat At-Taubah, karena kata At-Taubah disebut berulang kali dalam surat ini. Surat ini dinamakan juga dengan Al-Baraah yang artinya berlepas diri, maksudnya pernyataan pemutusan hubungan, disebabkan pokok pembicaraannya tentang pernyataan pemutusan perjanjian damai dengan kaum musyrikin.
Diawal surat ini tidak terdapat basmallah, karena surat ini adalah pernyataan perang total, dalam arti bahwa segenap kaum muslimin dikerahkan untuk memerangi seluruh kaum musyrikin, sedangkan basmallah bernafaskan perdamaian dan cinta kasih Allah.
Adapun pokok-pokok isi surat ini ialah:
1.      Pengumuman pembatalan perjanjian dengan kaum musyrikin
a.      Orang Islam bebas dari tanggung jawab terhadap perjanjian dengan kaum musyrikin
b.      Pengumuman perang terhadap kaum musyrikin
c.       Sebab-sebab perjanjian damai dibatalkan
d.     Ujian keimanan
e.      Yang layak memakmurkan mesjid-mesjid
f.        Umat Islam mendapatkan kemenangan dalam berbagai pertempuran
g.      Kepercayaan orang Yahudi dan orang-orang Nasrani serta sikap-sikap mereka
h.      Bulan-bulan yang dihormati
2.      Kisah perang Tabuk
a.      Anjuran untuk berjihad
b.      Hanya orang munafiklah yang tidak mau berperang
c.       Sikap orang munafik terhadap pembagian sedekah
d.     Ketentuan-ketentuan pembagian zakat
e.      Tuduhan-tuduhan orang munafik terhadap Nabi
f.        Hasutan-hasutan orang munafik dan ancaman Allah terhadap mereka
g.      Anjuran agar orang-orang mukmin dan janji Allah terhadap mereka
h.      Keharusan bersikap tegas terhadap orang kafir dan munafik
i.        Ikrar orang munafik tak dapat dipercaya
j.        Kemunafikan adalah dosa yang tidak diampuni Allah
k.      Keadaan orang munafik yang tidak mau berjihad
l.        Larangan menyembahyangkan orang munafik
m.   Keengganan orang munafik untuk berjihad da pahala orang yang berjihad
n.      Uzur-uzur yang dibenarkan syara’ untuk tidak berjihad
o.      Keharusan penguasa memungut zakat
p.     Keharusan waspada terhadap tipu muslihat yang mempergunakan mesjid sebagai alat
q.      Penghargaan Allah terhadap para syuhada

r.       Larangan memintakan ampun untuk orang-orang musyrik