Thursday, July 4, 2013

KANDUNGAN SURAT AL-FATIHAH (PEMBUKAAN)

Surat Al-Fatihah terdiri dari tujuh ayat, termasuk dalam golongan surat Makkiyah. Nama lain dari surat Al-Fatihah ialah Ummul Qur’an (induknya Al-Qur’an), ummul kitab (induknya Al-Kitab), As-Sab’ul Matsani (tujuh yang berulang-ulang) karena tujuh ayatnya dibaca berulang-ulang dalam shalat.

Surat ini mengandung beberapa unsur pokok yang mencerminkan seluruh isi Al-Qur’an, yaitu:
a.      Keimanan
Mengandung tauhid uluhiyah dan rububiyah. Allah yang menciptakan alam semesta dan dia pula yang memeliharanya. Segala nikmat yang dilihat dan dirasakan seseorang baik dalam dirinya sendiri dan alam ini bersumber dari Allah SWT, karena Tuhanlah yang maha berkuasa dalam ala mini. Pendidikan, pengajaran, dan penumbuhan oleh Allah di ala mini haruslah diperhatikandan dipikirkan manusia, sehingga menjadi sumber berbagai macam ilmu pengetahuan yang dapat menambah keyakinan manusia pada keagungan Allah dan berguna bagi masyarakat.
Penegasan ketauhidan yang merupakan masalah pokok itu dilengkapi dengan ayat kelima, bahwa peribadatan haruslah dilakukan hanya kepada Allah semata dan hanya kepada-Nya pula tempat memohom pertolongan.
Janji memberi pahala terhadap perbuatan yang baik dan ancaman terhadap perbuatan yang buruk. Karena Dialah Allah yang menguasai hari pembalasan.
b.     Hukum-hukum
Jalan kebahagiaan dan bagaimana seharusnya menempuh jalan itu untuk memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Hidayah yang menjadi sebab keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, baik kepercayaan, akhlak, hokum-hukum, dan pelajaran.
c.       Kisah-kisah
Kisah para Nabi dan kisah-kisah orang dahulu yang menentang Allah. Yang dimaksud dengan orang yang diberi nikmat dalam ayat ini ialah para Nabi, para shiddiqin (orang-orang yang beriman), syuhada (orang-orang yang mati syahid), dan shalihin (orang-orang yang shaleh). Sedangkan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang sesat ialah golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.