Tuesday, March 26, 2013

DURHAKA KEPADA ORANG TUA (UQUQUL WALIDAIN)


Uququl walidain adalah lawan dari birrul walidain. Uquq bermakna memutuskan hubungan. Disebut uquq, karena terjadinya pembangkangan atau kedurhakaan anak terhadap orang tua itu disebabkan putusnya hubungan, tidak ada silaturrahim yang harmonis, tidak adanya pengertian, sehingga anak menjadi lepas kontrol, lepas kasih sayang dari orang tua. Jika anak yang sudah berbakti dan berbuat baik kepada orang tua, tetapi orang tua mungkin karena satu dalam lain hal, lalu memutuskan hubungannya dengan anak, maka tidak ada sikap lain dari anak kecuali berdoa dan memohon ampun kepada Allah sambil berusaha terus menjalin hubugan baik dengan orang tua.
Orang tua yang telah memenuhi seluruh hak anak, menjaga dan memelihara, mengasihi dan menyayangi, mengarahkan dan memberikan apa yang diperlukan oleh anak dalam batas yang wajar, dia harus dihormati dan ditaati, titahnya yang sesuai dengan kaidah (definisi kedua) harus dijalankan laksana titah majikan terhadap budak belian. Dalam kondisi seperti itu jika sang anak tiba-tiba karena sesuatu hal berontak dan memutuskan silaturrahim dengan orang tua, mungkin karena pacar atau pergaulan, maka disitulah anak telah masuk ranah “uququl walidain”, durhaka kepada orang tua. Sungguh sangat besar dosanya bagi anak yang durhaka kepada orang tua. Rasulullah SAW bersabda:
“Tiga golongan yang tidak masuk surga, yaitu orang yang memutuskan hubungan dengan orang tua, orang yang masa bodoh (membiarkan keluarga bermain serong), dan laki-laki yang berperilaku wanita (atau sebaliknya)”. (HR. Al-Hakim)
Karena itu silaturrahim menjadi sangat penting, baik ditengah-tengah keluarga maupun ditengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Ingat, tidak ada ketaatan yang disegerakan balasannya didunia ini kecuali silaturrahim. Begitu juga, tidak ada kedurhakaan yang disegerakan sisksanya kecuali durhaka memutuskan tali silaturrahim. Nabi SAW bersabda: “sesungguhnya ketaatan yang disegerakan balasannya adalah silaturrahim”.